Hello teman-teman semuanya!
Kembali lagi bersama saya di blog musik tergila ini. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang musisi legendaris idola banyak orang, Jimi Hendrix. Ia sering disebut sebagai salah satu pemain gitar listrik paling berpengaruh dalam sejarah musik rock. Namun sayang, dewa gitar ini meninggal pada usia 27 tahun dan karirnya cukup pendek dalam dunia musik. Sekarang mari kita bahas bagaimana perjalan hidup sang legenda ini!
Kembali lagi bersama saya di blog musik tergila ini. Nah pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang musisi legendaris idola banyak orang, Jimi Hendrix. Ia sering disebut sebagai salah satu pemain gitar listrik paling berpengaruh dalam sejarah musik rock. Namun sayang, dewa gitar ini meninggal pada usia 27 tahun dan karirnya cukup pendek dalam dunia musik. Sekarang mari kita bahas bagaimana perjalan hidup sang legenda ini!
18 Juni 1967. Fotografer Ed Caraeff sedang leyeh-leyeh di sebuah kursi, di depan panggung Monterey Festival. Di atas pentas, band bernama The Jimi Hendrix Experience sedang melakukan debut panggung besarnya. Hingga kemudian Hendrix, gitaris merangkap vokalis band itu, menyiramkan butane ke atas gitar dan menyulut api.
Caraeff yang masih berusia 17 langsung gerak cepat, merasa
bahwa ini momen penting. Klik! Klik! Klik! Beberapa foto ia ambil dengan cepat.
Setelah dicetak, baru gambar itu terlihat. Hendrix mengenakan celana merah,
gaun ruffled lengan panjang, rompi hitam, duduk bersimpuh dengan posisi tangan
seperti berdoa.
Foto itu kemudian tampil sebagai gambar sampul majalah
Rolling Stone dan menjadi salah satu foto paling penting, sekaligus paling ikonik,
dalam sejarah rock n roll.
"Tidak ada lagi yang bisa menyamai Hendrix. Kamu tak
akan pernah bisa melihat lagi momen seperti itu," ujar Caraeff pada CNN.
Pada 2012, gitar gosong itu laku terjual seharga 380 ribu
dolar dalam sebuah lelang. Setelah lima tahun dikoleksi, sang pemilik
sebelumnya memutuskan untuk menjual gitar bersejarah tersebut. Lembaga lelang
Heritage Auctions bertugas menangani penjualannya. Mereka mematok harga awal
500 ribu dolar, dan berharap harganya bisa mencapai setidaknya 750 ribu dolar.
Jimi Hendrix memang sosok fenomenal. Ia lahir di Seattle,
Washington, pada 27 November 1942—tepat hari ini 75 tahun lalu. Lahir dengan
akta kelahiran tertulis Johnny Allen Hendrix, ia kemudian berganti nama jadi
James Marshall Hendrix. Ia berkali-kali dinobatkan sebagai gitaris terbaik
sepanjang masa, yang melahirkan riff-riff monumental.
Hendrix membeli gitar pertamanya saat berusia 15 tahun—usai
penantian panjang menjadikan sapu sebagai gitar imajiner saat masih duduk di
bangku SD. Ia tumbuh dengan blues. Mendengarkan B.B. King, Muddy Waters,
hingga, tentu saja, Robert Johnson.
Dasar bengal, musik tidak bisa menjauhkannya dari kenakalan
remaja. Ia dua kali tertangkap naik mobil curian. Menurut polisi, Hendrix
sempat dipenjara sehari setelah tertangkap di kasus pertama. Setelah dilepas,
empat hari kemudian Hendrix tertangkap lagi naik mobil curian. Ia kembali masuk
bui, delapan hari di penjara remaja.
Dalam Room Full of Mirrors: A Biography of Jimi Hendrix
(2005), disebutkan bahwa Hendrix terancam penjara 5 tahun jika terbukti
bersalah. Jaksa penuntut memberikan tawaran: penjara atau mendaftar jadi
tentara. Bagi pria dengan imajinasi seliar Hendrix, penjara lebih mengerikan
ketimbang kemungkinan tertembak bedil. Ia memilih mendaftar ke tentara.
Serdadu Nakal yang Dipaksa Keluar
31 Mei 1961. Hendrix tiba di Fort Ord, California, untuk
memulai latihan militer dasar. Saat mendaftar, ia memilih posisi sebagai juru
tulis dan meminta ditugaskan di kesatuan 101st Airborne. Ia mengaku tertarik
masuk sebagai penerjun payung karena, "ada bonus 55 dolar per bulan."
Di markas angkatan udara di Kentucky, Hendrix tetap bermain
gitar. Sang ayah yang mengirimnya dari rumah. Ia kemudian mengenal Billy Cox,
pemain bass yang kelak menjadi rekan Hendrix di Band of Gypsys dan Cry of Love.
Mereka kemudian rutin manggung setiap akhir pekan.
Hendrix tak pernah betah di militer. Ia pernah menyebut,
"amat benci kehidupan militer." Meski begitu, ia tetap menyelesaikan
latihan sebagai penerjun payung dalam waktu 8 bulan. Beberapa atasan mulai
mengkritik sikapnya yang bengal dan susah diatur.
Salah satu yang mengeluh adalah sersan di kesatuannya, James
C. Spears. Keluhannya ditulis dalam Becoming Jimi Hendrix: From Southern
Crossroads to Psychedelic London, the Untold Story of a Musical Genius (2010).
"Hendrix tidak punya ketertarikan atau minat di
militer. Pendapat saya, tamtama Hendrix tidak akan pernah bisa memenuhi standar
seorang tentara. Saya merasa, militer akan diuntungkan jika ia diberhentikan
secepat mungkin," ujar Spears.
Lucunya, Kapten Gilbert Batchman kemudian menambahkan
catatan "kenakalan" untuk mendukung diberhentikannya Hendrix.
Kenakalan itu antara lain: tidak peduli pada peraturan, masturbasi di area
militer. Akhirnya pada 29 Juni 1962, Hendrix diberhentikan dengan hormat.
Dunia musik berutang besar pada sikap bengal Hendrix, maupun
kebesaran hati para petinggi militer—yang bisa saja lebih keras kepala mendidik
Hendrix atau menerjunkannya di area perang, alih-alih melepasnya. Kalau tidak
begitu, kita semua akan merugi: gagal menikmati musik yang dihasilkan gitaris
kidal ini.
Lahirnya Sang Legenda
Setelah sempat melanglang di Tennessee bersama Cox, Hendrix
merekam lagu "Testify" dengan label Isley Brothers. Tapi gagal.
Hendrix juga sempat menjadi gitaris bagi Little Richards.
Karier bermusiknya mulai menemukan titik terang pada 1966.
Chas Chandler dari band The Animals membawanya ke London untuk bertemu dengan
dua musisi dari Inggris, bassist Noel Redding dan drummer Mitch Mitchell. Trio
ini kemudian disatukan menjadi The Jimi Hendrix Experience. Biasa disingkat The
Experience. Chandler berperan besar dalam karier Hendrix. Selain membawanya ke
Inggris dan menjadi manajernya kelak, Chandler pula yang punya ide mengganti
nama Jimmy menjadi Jimi.
Bersama The Experience, Hendrix tampil menjadi dewa gitar
baru. Lagu-lagunya perpaduan dari kebisingan distorsi dan keanggunan blues.
Kalau soal suara, Hendrix boleh saja tidak perlu dianggap serius. Tapi soal
gitar, ia memang seorang maestro.
Album pertamanya, Are You Experienced (1967), melahirkan
banyak lagu hits dengan permainan gitar yang layak dikenang. "Fire"
menampilkan sisi yang eksplosif, "Manic Depression" yang mencolok
kuping, "Hey Joe" dengan intro yang membuatmu membayangkan bagaimana
perasaan lelaki penuh angkara yang menenteng pistol, hingga "The Wind
Cries Mary" yang kemudian menjadi semacam purwarupa "Little
Wing".
The Experience merilis dua album pada 1967. Axis: Bold as
Love dilepas sebagai album kedua. "Bold as Love" menampilkan sisi pop
Hendrix. Pilihan riff, juga liukan petikan gitar, menghasilkan lagu yang di
kemudian hari banyak digarap ulang, termasuk oleh John Mayer. Dan jangan
lupakan "Little Wing" yang bisa jadi adalah salah satu lagu blues
paling dikenal di dunia. Ia menjadi "lagu kebangsaan" para gitaris
yang ingin unjuk kemahiran jemari.
Karier The Experience dipungkasi oleh Electric Ladyland
(1968). Album ini melahirkan lagu legendaris "Voodoo Chile" (atau
"Voodoo Child (Slight Return)", yang menunjukkan bahwa Hendrix sering
lupa judul sendiri hingga membuat banyak orang bingung) dan juga "Crosstown
Traffic" yang bisa membawa kita membayangkan betapa riuhnya New York—atau
Jakarta, terserah Anda.
Rock and Roll Hall of Fame menyebut bahwa Hendrix adalah
"instrumentalis terbaik dalam sejarah musik rock." Ia adalah epitome
dari cool, kekerenan. Teknik menggigit senar dengan gigi memang bukan
ciptaannya, tapi teknik itu jadi wah dan bikin orang ternganga saat Hendrix
yang melakukannya.
Sebagai gitaris, Hendrix dikenal dengan teknik bermain di
luar pakem. Salah satunya adalah menekan senar keenam dengan jempol, seperti
yang ia lakukan di intro "Little Wing". Penulis Richie Unterberger
menyebut Hendrix punya kemampuan untuk bermain gitar sebagai pemain solo dan
pemain ritem—dibiasakan oleh The Experience yang hanya trio. Hendrix juga
disebut-sebut sebagai gitaris yang mempopulerkan efek wah-wah dalam musik rock.
Karier Hendrix terbilang pendek. Namun dalam rentang waktu
itu, Hendrix berhasil membuat tiga album sukses dan beberapa penampilan spektakuler.
Orang-orang mengenangnya mulai dari Monterey Pop Festival hingga Woodstock 1969
yang bersejarah itu. Para pecinta rock di seluruh dunia kemudian sepakat, saat
Hendrix meninggal di usia 27 pada 18 September 1970: musik rock tak akan pernah
sama lagi.
Baik, mungkin itulah yang dapat saya bagikan ke kalian. Tak lupa berterima kasih kepada kalian yang bersedia meluangkan waktunya untuk membaca blog ini.
Semoga bermanfaat.
Baik, mungkin itulah yang dapat saya bagikan ke kalian. Tak lupa berterima kasih kepada kalian yang bersedia meluangkan waktunya untuk membaca blog ini.
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar